UINSA Newsroom, Kamis (12/12/2019); Untuk mensukseskan Sensus Penduduk Tahun 2020 mendatang, Badan Pusat Statistik (BPS ) Kota Surabaya mengadakan Sosialisasi Sensus Penduduk dengan mengusung tema “ SP2020 Menuju Satu Data Kependudukan.” Kegiatan ini dikemas dalam acara BPS Goes To Campus yang digelar di Ruang Amphiteather lt. 2 Gedung Twin Towers A UIIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Diikuti sejumlah mahasiswa yang terdiri dari delegasi UKK, UKM, dan Himaprodi di Lingkungan UINSA.

Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama (AAKK), Dr. H. Syamsul Bahri, M.Pd.I.

Dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dra. Wahidah Zein Br. Siregar, MA., Ph.D., Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama (AAKK), Dr. H. Syamsul Bahri, M.Pd.I. Turut hadir Kepala Bagian Fakultas se-UINSA.

Sambutan selamat datang pun disampaikan Dr. H. Samsul Bahri, M.PdI., mewakili Rektor UINSA. Dalam sambutan, Dr. Samsul Bahri menyampaikan, bahwa UINSA merupakan salah satu kampus terdepan dan mampu bersaing dengan kampus lainnya di seluruh Indonesia. Selain itu Kabiro AAKK juga mengatakan, bahwa saat ini jumlah penduduk didominasi perempuan, “Misalnya saja UINSA, 60% mahasiswanya terdiri dari perempuan. Satu kelas mata kuliah ada 30 peserta, 20 perempuan sisanya laki-laki” ujar Dr. Syamsul Bahri menegaskan bahwa sensus penduduk itu penting.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Surabaya, Suparno, SE., MM.,

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Surabaya, Suparno, SE., MM., dan Ketua Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UINSA, Achmad Room Fitrianto, SE., M.E.I., MA., sebagai narasumber kedua. Sebagai pembuka sesi diskusi, Suparno menyampaikan maksud kedatangan BPS ke UINSA. Yaitu karena banyaknya mahasiswa yang belum mengenal BPS dengan baik. 

Selanjutnya Suparno menjelaskan, bahwa BPS merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang bertanggungjawab lansung kepada Presiden, “Tidak ada intervensi dari lembaga lainnya, BPS berada dibawah Presiden dan bertanggungjawab langsung kepada Presiden,” imbuh lelaki yang sebelumnya menjabat Kepala BPS Sumenep dan Pamekasan tersebut.

Ketua Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UINSA, Achmad Room Fitrianto, SE., M.E.I., MA.

Sumber data BPS diperoleh dari data sensus, survei, dan kompilasi produk administrasi. Oleh karenanya, Suparno juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan penelitian, sinopsis wajib diberikan ke BPS. Berdasarkan data penelitian yang dilakukan BPS menunjukkan, bahwa tingkat pertumbuhan penduduk Kota Surabaya setiap tahun semakin meningkat. Sedangkan tingkat kemiskinan Kota Surabaya mencapai angka 4,88% tahun 2019.

“Karena jaman sudah semakin canggih, SP 2020 akan menggunakan metode Kombinasi data, yaitu secara online dan secara manual. Oleh karenanya, mahasiswa disini kami harap turut berpartisipasi selurunya,” ucap Suparno.

Sementara itu, Achmad Room menyampaikan gagasan mengenai data statistik yang memiliki banyak manfaat. Salah satunya sebagai akuntabilitas perencanaan pembangunan. “Dengan adanya data statistik, segala sesuatu dapat diperhitungkan, bahkan sampai pada nilai terkecil sekalipun, seperti individu,” imbuh Achmad Room menutup paparanya. (Ela/Humas)