UINSA Newsroom, Jumat (03/01/2020); Jumat, 3 Januari 2020, UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-74 Kementerian Agama (Kemenang) RI. Dengan mengusung tema “Umat Rukun, Indonesia Maju” upacara berlangsung di halaman gedung Twin Towers UINSA. Sedikit berbeda, dengan mengenakan dresscode hitam putih pada kesempatan ini petugas upacara berasal dari unsur pimpinan baik pusat maupun fakultas.

Bertindak selaku Pemimpin Upacara, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (AAKK), Dr. H. Syamsul Bahri, M.Pd.I. Sementara Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK), Drs. H. Rijalul Faqih, M.Si., bertigas sebagai Pembaca Doa. Sedangkan pemimpin peleton barisan di komando langsung Dekan dan atau Wakil Dekan. Selanjutnya Petugas pataka, pembaca UUD 1945 yang secara khusus menugaskan Perwakilan Kepala Bagian.

Rektor UINSA, Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag., Ph.D, bertindak sebagai inspektur upacara berkesempatan membacakan amanat Menteri Agama (Menag) RI, Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi Batubara. Dalam sambutan tersebut, Menag RI mengingatkan pentingnya menghargai jasa pahlawan yang telah berjuang dan berkorban merintis berdirinya Kementerian Agama. “Kementerian Agama lahir di tengah kancah revolusi fisik bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan” ujar Prof. Masdar.

Prof. Masdar juga menegaskan, bahwa lahirnya Kemenag RI merupakan amanat Undang-undang Dasar 1945 pasal 29 yang menjelaskan, bahwa negara Indonesia berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan negara manjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.

“Saya perlu menegaskan disini bahwa penguatan identitas kebangsaan tidak boleh dipisahkan apalagi dipertentangkan. Tetapi harus dalam ‘satu kotak’ untuk melahirkan moderasi beragama dan bernegara,” papar Prof. Masdar. Mengutip pendapat Dr. Abdul Haris Nasution, Jenderal Besar TNI, Prof. Masdar menyampaikan bahwa sebagai negara baru kita tidaklah sekadar ingin mengejar ketertinggalan terhadap negara-negara maju, melainkan sebagai orang beriman kita ingin membangun kehidupan bermartabat spiritual dan material dengan Ridla Allah.

Selain itu, Prof. Masdar juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk memperhatikan beberapa hal. Salah satunya adalah untuk selalu menjaga idealisme, kejujuran, integritas, dan budaya kerja Kemenag. Terutama ditengah arus kehidupan yang serba materialistis. “Selaraskan antara kata dengan perbuatan, sesuaikan tindakan dengan sumpah jabatan,” imbuh Prof. Masdar berpesan.

Dalam Hari Amal Bakti ke-74 tersebut, sejumlah 87 PNS diberikan penganugrahan Satyalancana Karya Satya atas pengabdiannya. Untuk pengabdian selama 10 tahun dianugerahkan kepada 50 orang, 20 tahun sebanyak 25 orang, dan 12 orang untuk pengabdian selama 30 tahun. Selain itu, pada kesempatan ini juga dilaksanakan penyerahan santunan pendidikan kepada 7 orang putra/putri pegawai yang diberikan langsung Ketua Dharma Wanita Persatuan UINSA, Nanik Anjarwati, S.Ag., bersama Rektor.

Acara kemudian dilanjutkan dengan menyantap hidangan tumpeng bersama seluruh peserta upacara. Turut dimeriahkan pula dengan berbagai lomba menarik. Diantaranya lomba tenis meja dan badminton yang berlangsung di gedung Sport Centre and Multipurpose, juga lomba halma dan kata berkait yang bertempat di Lobi Gedung Twin Towers UINSA.(All/Humas)