UINSA Newsroom,  Kamis, 16 Januari 2020 sebanyak 231 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya berbaris rapi di halaman fakultasnya.  Para mahasiswa tersebut sedang bersiap untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Ekonomi.  Pelepasan KKN Ekonomi ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof. Dr. H. Ma’shum, M.Ag., Dekan FEBI Dr. H. AH. Ali Arifin, MM., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UINSA, Prof. Dr. H. Sahid HM., M.Ag., M.H., serta para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Dalam kurun Januari 2020, UINSA telah melepas mahasiswanya untuk menjalankan berbagai program KKN. Mulai dari KKN Nusantara, KKN Transformatif, KKN Kolaborasi, hingga KKN Ekonomi. KKN ekonomi atau yang dulu disebut KKN Kelontong ini adalah program kerjasama FEBI UINSA dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan pendampingan pedagang toko kelontong di Kota Surabaya. Para Mahasiswa tersebut nantinya akan disebar di beberapa kecamatan di Kota Surabaya.

Prof. Sahid pun secara resmi melepas keberangkatan para peserta KKN Ekonomi yang akan diselenggarakan selama satu bulan terhitung dari tanggal 16 Januari hingga 16 Februari 2020. Para mahasiswa terlihat semangat mendengarkan arahan dari Wakil Rektor, Dekan FEBI, serta Ketua LP2M UINSA.

Dr. Arifin berpesan, agar para mahasiswa selalu menjaga sikap dan perilaku dalam bermasyarakat. Dekan FEBI tersebut menilai, bahwa walaupun menjadi seorang akademisi tidak boleh memandang masyarakat sebagai orang yang tidak tahu apa-apa. Karena justru kepada masyarakat para mahasiswa belajar. “Kalian harus bersikap sebagai seorang akademisi, namun jangan pernah menganggap masyarakat itu bodoh, justru merekalah yang punya pengalaman di lapangan, kalian juga perlu untuk belajar kepadanya,” pesan Dr. Arifin. Hal yang sama juga disampaikan Prof. Mashum, agar mahasiswa senantiasa menjaga nama baik almamater. (Erl/Humas)