UINSA Newsroom, Rabu (03/06/2020); Rabu, 03 Juli 2020, UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar Pembinaan Keagamaan dengan tema “Tetap Produktif di Saat Pandemi.” Kegiatan yang juga digelar dalam rangka Halal Bi Halal Idul Fitri 1441 H ini digelar secara daring melalui media Zoom Meeting.

Tersambung secara daring sebagai narasumber antara lain, Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI; K.H. Achmad Muwafiq, S.Ag., (Intelektual Muslim, Budayawan); serta Rektor UINSA, Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D.

Bertindak selaku Pembawa Acara, Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., Dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UINSA menjelaskan, bahwa kegiatan Pembinaan Agama kali ini diikuti 4 klaster peserta. Klaster pertama, adalah jajaran pimpinan kantor pusat, Kabiro, Dekan, serta perwakilan dari Bank Syariah Mandiri bertempat di Ruang Meeting Rektor, Lt. 2 Gedung Twin Towers A UINSA.

Klaster kedua, berada di masing-masing fakultas dengan peserta antara Wakil Dekan dan jajaran di fakultas. Selanjutnya, klaster ketiga adalah Dosen dan Tenaga Kependidikan yang tersambung secara daring melalui Zoom Meeting dari kediaman masing-masing. Terakhir, keluarga besar UINSA yang tersambung melalui media live streaming youtube @dakwahtvuinsa.

Rektor UINSA, Prof. Masdar dalam sambutan menyampaikan puji syukur kepada Allah, atas segala nikmat yang dilimpahkan khususnya bagi Keluarga Besar UINSA, sehingga dapat menjalankan aktifititas keseharian. Kendati dengan situasi Pandemi Covid-19, yang membuat manusia di hampir seluruh dunia tak berdaya. “Mudah-mudahan, kedepan situasi semakin membaik. Keluarga besar UIN Sunan Ampel Surabaya diberikan kekuatan dan perlindungan untuk keluar dari segala macam kesulitan ini,” ujar Prof. Masdar.

Tak lupa, Rektor juga menyampaikan salam Halal Bi Halal serta permohonan maaf dan terima kasih kepada segenap Keluarga Besar UINSA. “Terima kasih kepada Bapak Wamen dan Kyai Muwafiq yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kita motivasi, pembekalan spiritual, rohani, agar kita semuanya tetap optimis. Menjadi lebih tangguh dan kuat demi kebaikan, keberkahan kita dan UINSA kedepan,” tukas Prof. Masdar.

Sementara itu, Wamenag RI dalam tausiyahnya menyampaikan apresiasi atas inisiasi UINSA menggelar kegiatan Halal Bi Halal Virtual. Kendati diselenggarakan dalam suasana penuh keprihatinan akibat Wabah Covid-19, namun acara tersebut tidak mengurangi kekhidmatan dan kekhusukan, serta keakraban.

Idul fitri menurut Wamenag, merupakan saat yang tepat untuk melakukan instropeksi, muhasabah setelah sebulan penuh ditempa dengan puasa dan berbagai amalan ibadah di Bulan Ramadhan. “Kita dapat menginstropeksi kembali laku jasmani dan dan rohani kita agar dapat menemukan jati diri dan ketakwaan kita,” ujar Wamenag.

Lebih lanjut disampaikan Wamenag, bahwa Idul fitri juga mengajarkan mengenai solidaritas dan rasa empati kepada orang lain. Termasuk, ajaran mengenai berbuat kebaikan dan adil, serta menebar kasih kepada sesama. “Ibadah Ramadhan bukan terminal akhir dari semua ibadah. Tetapi justru awal bagi kita untuk melaksanakan ibadah yang lebih baik lagi,” imbuh Wamenag.

Puasa, bagi Wamenag juga bukan sekedar ritus tahunan. Sehingga diharapkan, puasa tidak hanya menumbuhkan kepekaan spiritual tapi juga sosial. “Wujud dari kepekaan sosial itu adalah rasa empati dan kedermawanan kita. Inilah yang akan menjadi modal bagi kita untuk membangun silaturahmi dan sinergi untuk saling menguatkan,” jelas Wamenag.

Sementara itu, Pandemi Covid-19 sebagaimana disampaikan Wamenag memang berdampak radikal bagi seluruh aspek kehidupan manusia. “Hal ini memaksa para ulama untuk melakukan kajian ulang terhadap pandangan keagamaan agar tetap relevan dengan kondisi Pandemi yang ada,” terang Wamenag.

Digambarkan Wamenag, bahwa sejarah mencatatkan dalam setiap pandemi dunia selalu melahirkan peradaban baru. Disadari atau tidak, Pandemi Covid-19 sudah memaksa manusia bertranformasi dan lebih disiplin. “Menghadapi situasi saat ini, saya ingin mengajak kita semua untuk menyatukan pandangan, memperbaharui komitmen kita kepada kepentingan umat dan bangsa,” tukas Wamenag. (Nur-Erl/Humas)