UINSA Newsroom,; Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama Nomor: SE. 16 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Kementerian Agama Dalam Tatanan Normal Baru, U-IN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menerbitkan Surat Edaran Rektor Nomor 558 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Dalam Tatanan Normal Baru di Lingkungan UIN Sunan Ampel Surabaya. SE ini resmi berlaku sejak Selasa, 9 Juni 2020.

Memasuki fase New Normal, beberapa protokol yang diatur dalam SE diantaranya seperti Penyesuaian sistem kerja di kantor (Work From Office-WFO) dan/atau pelaksanaan tugas kedinasan di rumah/tempat tinggal (Work From Home-WFH). Selanjutnya jumlah masksimal pegawai selama WFO adalah 50% dari total pegawai pada unit kerja, dimana masing-masing mengikuti pengaturan 3 (tiga) hari WFO, 2 (dua) hari WFH.

“Penyesuaian tatanan baru bekerja di kantor dengan memperhatikan dan memenuhi protokol kesehatan. Mulai pengecekan suhu di pintu masuk kampus, penggunaan masker/faceshield, cuci tangan/menggunakan Hand Sanitizer, serta Social and Physical Distancing,” ujar Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Drs. H. Rijalul Faqih, M.Si., sebagaimana dituangkan dalam protokol kesehatan di lingkungan UINSA. Tak hanya di lingkungan kantor, melalui SE ini pegawai juga diminta untuk menerapkan protokol kesehatan sejak berangkat dari rumah, selama berada di kantor, hingga kembali ke rumah.

Selain itu, Drs. Rijal juga menjelaskan, bahwa dalam bidang tata laksana penyesuaian dilakukan dengan penyederhanaan proses bisnis dan standar operasional prosedur pelayanan, optimalisasi pelayanan dalam bentuk layanan daring dengan pemanfaatan teknologi informasi dan media komunikasi.

“Kaitannya dengan penerapan aturan New Normal ini, diharapkan semua atasan langsung secara berjenjang wajib memantau, membina, dan mengarahkan pegawai dalam pencapaian Sasaran Kinerja Pegawai, serta mengawasi kedisiplinan dalam melaksanakan tugas, baik secara WFO dan/atau WFH,” jelas Dr. Rijal.

Dr. Rijal juga menambahkan, disamping pelaksanaan kinerja, semua pegawai juga diminta melaporkan kesehatan selama melaksanakan tugas kedinasan di kantor atau di rumah/tempat tinggal kepada Atasan Langsung masing-masing. Sehingga dapat dilakukan penyesuaian kerja dengan memperhatikan berbagai kemungkinan sejak dini.

Selanjutnya, penyesuaian dukungan Infrastruktur, menurut Dr. Rijal, dilaksanakan dengan penyediaan dan penyiapan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan tugas yang memenuhi protokol kesehatan. Seperti halnya memasang pesan-pesan kesehatan dan pengumuman terkait kebijakan kewaspadaan penyebaran Covid-19 di tempat-tempat strategis. Serta menyiapkan, melengkapi, dan mengoptimalkan perlengkapan bekerja sesuai protokol kesehatan yang diperlukan untuk memantau dan mencegah penyebaran Covid-19 agar senantiasa dapat terjaga keamanan. kesehatan, dan keselamatan pegawai.

Masih kaitannya dengan penyesuaian dukungan Infrastruktur, Satgas Covid-19 UINSA, melalui Sektretraris Satgas, Dr. Moch. Choirul Arif, S.Ag., M.Fil.I., menjelaskan, sejak dibentuk medio Maret 2020 lalu, Satgas Covid-19 UINSA telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di Lingkungan UINSA. Diantara kegiatan yang digagas Satgas Covid-19 UINSA adalah pembuatan tempat cuci tangan di 36 titik, pembuatan hand sanitizer, sterilisasi lingkungan kampus dan penyemprotan desinfektan, serta pengadaan Alat Perlindungan Diri (APD).

SE ke delapan terkait penanganan Covid-19 ini juga mengatur terkait etika berkomunikasi melalui video conference, penanganan kedaruratan, gerakan masyarakat hidup sehat dan edukasi mengenai Covid-19. “Dengan berlakunya SE ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan pelaksanaan tugas kedinasan dan fungsi pelayanan publik dimasa pandemi Covid-19 dengan tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga kampus,” ujar Rektor UINSA, Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag., MA., Ph.D.

Rektor juga menegaskan, bahwa penerbitan SE dimaksudkan untuk memberikan panduan pelaksanaan tugas dalam beradaptasi dengan tatanan normal baru yang aman dan produktif di lingkungan UINSA. “Surat Edaran ini harap disampaikan kepada jajaran dalam kewenangannya untuk diketahui dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua,” tukas Rektor penuh harap.

Sementara untuk jenis layanan pendidikan, masih berpedoman pada SE Rektor Nomor 413 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Aktifitas Akademik Selama Masa Krisis Pandemi Covid-19, sampai dengan diterbitkannya Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengenai tatanan baru layanan pendidikan. Kaitannya dengan jadwal KKN pada periode Juni-Juli juga telah ditetapkan KKN jenis baru, yakni KKN Dalam Masa Tanggap Pandemi Covid-19. KKN ini hadir sebagai alternatif model pelaksanaan KKN selama masa pandemi Covid-19, dengan tiga model KKN, yaitu KKN-DR (Kuliah Kerja Nyata dari Rumah), KKN-KS (Kuliah Kerja Nyata Kerja Sosial), dan KKN berbasis riset. (Nur-Chy/Humas)